Tenggarong- pekerja rentan Salah satu upaya nyatanya adalah dengan mengadakan sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di Kecamatan Tenggarong. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi hak-hak
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar dengan BPJS Ketenagakerjaan. Sosialisasi ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pekerja rentan, tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan sosial.
Perlindungan bagi Pekerja Rentan
Pekerja rentan, seperti pekerja harian lepas, pekerja informal, dan mereka yang tidak memiliki akses terhadap jaminan sosial, seringkali menghadapi pekerja ekonomi. Tanpa perlindungan yang memadai, risiko kehilangan pekerjaan, kecelakaan kerja, atau ketidakmampuan bekerja di usia tua dapat mengancam keberlangsungan hidup mereka.
BPJS Ketenagakerjaan hadir sebagai solusi dengan memberikan berbagai manfaat, antara lain:
-
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) – Perlindungan saat mengalami kecelakaan saat bekerja.
-
Jaminan Kematian (JKm) – Santunan bagi ahli waris jika peserta meninggal dunia.
-
Jaminan Hari Tua (JHT) – Tabungan masa depan untuk hari tua.
-
Jaminan Pensiun (JP) – Bagi pekerja yang telah memasuki masa pensiun.
Melalui sosialisasi ini, pekerja yang rentan dapat memahami manfaat dan prosedur pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan sehingga mereka tidak lagi ragu untuk bergabung.

Baca Juga: Kebakaran di Bukit Biru Tenggarong Diduga dari Korsleting Listrik, 3 Bangunan Terdampak Ini Penyebab
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Camat Tenggarong, Sukono, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengapresiasi langkah Pemkab Kukar dan BPJS Ketenagakerjaan yang secara aktif turun ke lapangan memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Saya sangat senang sekali, perhatian Pemkab Kukar kepada masyarakat cukup tinggi,” ujar Sukono. “Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap warga negara, terutama mereka yang bekerja di sektor rentan.”
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan informasi secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat, baik dari bidang ekonomi, sosial, maupun budaya.
Harapan untuk Sosialisasi yang Lebih Luas
Sukono berharap agar sosialisasi serupa dapat dilakukan di seluruh kelurahan dan desa di Kecamatan Tenggarong. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya jaminan ketenagakerjaan.
“Dengan sosialisasi ini, Pemkab memperhatikan kebutuhan masyarakat yang memerlukan bantuan ekonomi, sosial, dan budaya sangat membantu,” tegasnya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program ini sebaik mungkin. “Jangan ragu untuk mendaftar BPJS Ketenagakerjaan karena ini adalah investasi masa depan bagi keluarga.”
Respon Positif dari Peserta Sosialisasi
Para peserta yang hadir dalam sosialisasi ini memberikan tanggapan positif. Banyak di antara mereka yang sebelumnya belum memahami manfaat BPJS Ketenagakerjaan kini menyadari pentingnya perlindungan sosial.
“Saya baru tahu kalau BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya untuk pekerja formal. Kami yang bekerja serabutan juga bisa ikut,” ujar salah seorang peserta, seorang buruh bangunan.
Beberapa peserta bahkan langsung mendaftar setelah mendapatkan penjelasan lengkap dari petugas BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang tepat dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat.
















